Langsung ke konten utama

Pulau Pahawang (Wisata Lampung)

 6. Pulau Pahawang


Pulau Pahawang menyuguhkan laut biru dan pasir putih yang luar biasa indah. Sepanjang mata memandang pantai terbentang di bagian di bagian utara, timur dan selatan. Sementara sisanya diisi oleh rimbunan hutan mangrove.


Jika dilihat lebih dekat, Pulau Pahawang tidak hanya menyajikan panorama laut biru.kehijauan. Namun, ada juga berbagai jenis terumbu karang yang turut menghiasi keindahan dalam lautnya.

Keindahan itu bisa dieksplorasi wisatawan melalui kegiatan snorkeling maupun diving. Salah satu spot snorkling terbaik di Pulau Pahawang terletak di Taman Nemo. Disana wisatawan bisa menjelajah dalam air sambil menikmati terumbu karang dan ditemani ikan-ikan cantik.

Daya tarik di Pulau Pahawang ini tentunya tidak sekedar pada alamnya saja. Masyarakat setempat pun kompak menjaga kebersihan dan kealamian dari Pulau Pahawang ini. Sehingga nuansanya tetap terjaga dengan baik.

Pulau yang memiliki luas kurang lebih 700 hektare dengan keliling 12 kilometer ini terbagi menjadi dua, yakni Pulau Pahawang besar dan Pulau Pahawang kecil. Masing-masing pulau punya daya tarik yang berbeda.

Pulau Pahawang besar lebih terkenal sebagai spot wisata dan pusat snorkling. Makanya, wisatawan banyak memadati pulau ini untuk menikmati keseruan wahana lautnya.

Sementara untuk wisatawan yang lebih senang menghabiskan waktu di tempat yang tenang dan belum dijamah banyak orang, Pulau Pahawang kecil wajib dikunjungi. Wisatawan juga bebas mengeksplor keindahan alam dan ketenangan suasana di pulau ini.

Keindahan alam Pulau Pahawang kecil yang memiliki luas 13 hektar ini tidak terbatas pada itu saja. Ada goa bawah laut dan kapal selam yang dihuni kumpulan ikan nemo.

Wisatawan juga bisa memandang Jembatan Tanjung Putus lewat Pulau Pahawang kecil. Jembatan ini menghubungkan Pulau Pahawang kecil dengan Pulau Tanjung Putus yang tak kalah indah panoramanya.






Sejarah Pulau Pahawang

Berdasarkan cerita masyarakat setempat, sejarah pulau ini dimulai dari datangnya Nokoda tahun 1.700-an yang diikuti pula oleh datangnya Hawang yang merupakan keturunan Cina. Hawang menetap di sebuah pulau sampai memiliki  seorang anak perempuan yang kerap kali dipanggil Pok Hawang. Kelazinman memanggil Pok Hawang akhirnya menjadi nama Pulau dimana Hawang menetap dengan sebutan Pulau Pahawang pada tahun 1850-an.  Perkembangan desa Pulau Puhawang diawali dengan datang dan berdiamnya H.Muhammad bin H.Ibrahim hulubalang dari Kalianda yang tinggal di Kalangan, sedangkan di Pulau Pahawang sejak kedatangan Ki Mandara dari Sulawesi Selatan tahun 1920-an. Perkembangan selanjutnya dimulai sejak tahun 1930 dengan datangnya Datuk Jahari yang menetap dan menikah dengan anak Ki Mandara di Penggetahan dan H. Dulmalik dari Putih Doh yang menetap di Suak Buah.

Perkembangan selanjutnya (tidak diketahui dengan pasti tahunnya), beberapa orang datang dan tinggal di Desa Pulau Pahawang. Mereka berasal dari berbagai tempat. Dari wilayah Banten – Jawa Barat, mereka adalah Jahari menetap di dusun Penggetahan dan Ruslan yang menetap di Dusun Cukuh Nyai Jaralangan. Haji Dul Malik dari Putih Doh, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus – Lampung menetap di Dusun Pulau Pahawang. Kedatangan mereka bertujuan membuka lahan untuk berkebun.

Pada perkembangannya Desa Pulau Pahawang memiliki terbagi dalam 6 Dusun yang bernama Dusun I Suak Buah, Dusun II Penggetahan, Dusun III Jeralangan, Dusun IV Kalangan, Dusun V Pahawang dan Dusun VI Cukuh Nyai. Kalangan adalah dusun yang terletak di daratan pulau Sumatera yang dipisahkan oleh laut dengan jarak tempuh antar keduanya 1/4 jam dengan perahu ketinting.

Desa Pulau Pahawang saat itu berstatus kampung dan masuk dalam wilayah Marga Punduh. Oleh karena itu secara adat istiadat warga Pulau Pulau Pahawang mengikuti aturan Marga Punduh. Untuk urusan pemerintahan dipimpin oleh Mandara dan urusan keagamaan dipimpin oleh H. Dul Malik. Pada tahun 1980 secara definitif Pulau Pahawang ditetapkan menjadi desa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 Pemandangan Alam Kota Qom

1. Danau Namak Danau Namak adalah danau garam besar yang terletak di sebelah timur Kota Qom, dan menjadi salah satu fenomena alam unik di wilayah tersebut. Danau ini memiliki permukaan yang luas dan tertutup lapisan garam putih, menciptakan pemandangan yang memukau, terutama saat matahari terbenam. Meski tidak berisi air sepanjang tahun, sisa-sisa air di musim tertentu menciptakan pantulan langit yang indah seperti cermin raksasa. Selain nilai estetisnya, Danau Namak juga memiliki potensi ekonomi melalui penambangan garam, serta menjadi tempat populer untuk wisata alam dan fotografi. 2. Gunung Putih Gunung Sefid di selatan Kota Qom, Iran, merupakan destinasi yang memiliki nilai religius dan alamiah tinggi. Dikenal juga sebagai Gunung Khidr Nabi, tempat ini diyakini sebagai lokasi ibadah Nabi Khidr (as) ribuan tahun silam, dengan sebuah gua yang kini diubah menjadi masjid kecil untuk ziarah. Selain menjadi tempat suci, Gunung Sefid menawarkan keindahan alam dan keanekaragaman hayati, te...

Tragedi Tsunami Aceh 2004

  Video ini menyajikan rangkaian informasi tentang peristiwa Tsunami Aceh 26 Desember 2004 , salah satu bencana alam terbesar dalam sejarah Indonesia. Melalui penjelasan singkat dan visual pendukung, video ini mengulas waktu kejadian, penyebab tsunami, kekuatan gempa, wilayah terdampak, hingga dampak kemanusiaan yang ditimbulkan. Selain itu, video ini juga menampilkan kronologi kejadian serta pelajaran penting yang dapat diambil, khususnya tentang pentingnya mitigasi bencana, sistem peringatan dini, dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Konten ini dibuat sebagai materi edukasi dan pengingat , agar peristiwa serupa dapat dihadapi dengan pengetahuan dan kesiapan yang lebih baik di masa depan.                                 Ilustrasi tsunami Aceh 2004

3 Makanan Khas Kota Qom

1. Sohan Sohan adalah manisan khas Kota Qom yang sangat terkenal di seluruh Iran dan menjadi oleh-oleh wajib bagi para peziarah. Terbuat dari campuran tepung gandum, mentega, gula, saffron, kapulaga, dan kacang pistachio, Sohan memiliki rasa manis, aroma harum, dan tekstur renyah yang khas. Manisan ini biasanya dikemas dalam kotak cantik dan dijual di toko-toko sekitar Haram Sayyidah Fatimah Maksumah. Selain menjadi bagian dari budaya kuliner, industri Sohan juga menjadi sumber mata pencaharian utama bagi banyak warga Qom, menjadikannya simbol kebanggaan kota yang memadukan cita rasa, tradisi, dan ekonomi lokal. 2. Ash-e Emam Ash-e Emam adalah salah satu hidangan tradisional khas Kota Qom yang biasanya disajikan pada acara-acara keagamaan, terutama untuk mengenang para Imam Ahlulbait. Makanan ini berupa sup kental yang terbuat dari campuran kacang-kacangan, gandum, bumbu rempah, dan sayuran seperti bayam atau daun bawang. Rasanya gurih dan hangat, sangat cocok disantap di musim dingin ...