Langsung ke konten utama

Kawasan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman (Wisata Lampung)

 10. Kawasan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman



Tahura Wan Abdul Rachman (luas: 22.249,31 ha) adalah salah satu dari 14 Taman Hutan Raya di Indonesia. Ditetapkan sebagai Tahura Wan Abdul Rahman berdasarkan SK Menhut No. 408/Kpts-II/93 dikelola oleh Pemerintah Daerah Provinsi Lampung sesuai UU No. 22 tahun 1999, PP No. 25 Th. 2000, Keputusan Menhut No. 107/Kpts-II/2003 serta Keputusan Gubernur Lampung No. 03 tahun 2003.

TAHURA Wan Abdul Rachman menurut administrasi pemerintahan terletak di Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kedodong, Gedong Tataan dan Padang Cermin Kota Madya Bandar Lampung, sedangkan pengelolaannya di bawah Balai Konservasi Sumber Daya Alam II Tanjung Karang.

TAHURA Wan Abdul Rachman dalam Potensi Wisata Alamnya memiliki Daya tarik obyek wisata alam yang cukup beragam, seperti pemandangan alam Teluk Lampung yang terdapat juga 7 (tujuh)  buah air terjun, yang sangat menarik adalah pemandangan Kota Bandar Lampung di waktu malam.  Tujuh buah Air Terjun di lokasi tahura ini yaitu, Air terjun Sinar Tiga yang memiliki ketinggian 70 m dengan lebar 6 – 10 m, air terjun Gunung Minggu yang digunakan oleh pengunjung sebagai shower alam, air terjun Talang Rabun memiliki tinggi 30 m, air terjun Tanah Longsor 35 m, air terjun Penyairan 35 m, air terjun Bidadari 20 m dan air terjun Talang Mulya 30 m.

Beberapa kegiatan wisata alam yang dapat dilakukan diantaranya adalah lintas alam, berkemah dan menikmati pemandangan alam. Selain itu Tahura juga dapat dimanfaatkan sebagai : Penelitian, Ilmu Pengetahuan, Pendidikan, Menunjang Budidaya, Budaya, Parawisata dan Rekreasi Alam

Sekitar 80 % luas hutan Tahura berada di Kabupaten Pesawaran, 15 km dari kota Bandarlampung. Terdapat 47 titik pemukiman di Tahura WAR. Dan salah satu yang menarik perhatian para wisatawan adalah keindahan yang disuguhkan oleh air terjun di kawasan ini. Selain tujuh air terjun itu masih banyak air terjun di tahura WAR ini seperti air terjun Gunung Tanjung, Batu Lapis Mata Dewa, Pelangi, Batu Perahu, Kupu Jambu, Tawon, Way Awi, Way Ngeluh dan air terjun Sungai Langka

opografi Tahura Wan Abdul Rachman bergelombang ringan hingga berat. Di wilayah ini ada empat gunung yakni Gunung Pesawaran (1.661 mdpl), Gunung Rantai (1.240 mdpl), Gunung Tangkit Ulu Padang Ratu (1.600 mdpl) dan Gunung Betung (1.240 mdpl).

Berdasarkan hasil penelitian, tanaman yang paling dominan di Tahura Wan Abdul Rachman adalah merawan (Hapea mengawan), medang (Litsea firmahoa), rasamala (Antingia excels), rotan, paku-pakuan, dan jenis anggrek.

Setelah penetapan itu, masyarakat yang sudah berada di Register 19 sejak 1960-an dipaksa pergi. Mereka ini umumnya pendatang dari Jawa dan Sunda yang ikut pemindahan penduduk kerja sama TNI dan Departemen Transmigrasi dengan nama Biro Rekonstruksi Nasional (BRN). Sebagian juga berasal dari Semendo, Sumatera Selatan.

Dalam sebuah operasi evakuasi oleh dinas kehutanan, Polri, TNI dan kepolisian hutan, masyasakat dipaksa mengosongkan hutan. Pengusiran masyarakat dari Tahura Wan Abdul Rachman berlangsung hingga 2003.

Sejak kapan masyarakat menetap di Tahura Wan Abdul Rachman? Berdasarkan catatan Walhi Lampung permukiman dimulai pada 1750-an di Desa Padang Manis, di Desa Gebang (1883), Desa Bogorejo (1910), Desa Hurun (1920), Desa Sidodadi (1930-an), serta desa-desa lainnya antara 1940-an hingga 1960an.

“Orangtua saya menetap di sini sejak tahun 1960-an. Ikut transmigrasi oleh TNI. Saya lahir di sini. Sejak dahulu kami mengusahakan kopi, coklat, pala, kemiri, serta durian di sini,” kata Susmiadi (51). “Rasanya saya tidak mampu meninggalkan tanah ini, tanah kelahiran saya. Kalau untuk menjaga hutan, saya juga sanggup, dan selama ini kami telah melakukannya,” tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 Pemandangan Alam Kota Qom

1. Danau Namak Danau Namak adalah danau garam besar yang terletak di sebelah timur Kota Qom, dan menjadi salah satu fenomena alam unik di wilayah tersebut. Danau ini memiliki permukaan yang luas dan tertutup lapisan garam putih, menciptakan pemandangan yang memukau, terutama saat matahari terbenam. Meski tidak berisi air sepanjang tahun, sisa-sisa air di musim tertentu menciptakan pantulan langit yang indah seperti cermin raksasa. Selain nilai estetisnya, Danau Namak juga memiliki potensi ekonomi melalui penambangan garam, serta menjadi tempat populer untuk wisata alam dan fotografi. 2. Gunung Putih Gunung Sefid di selatan Kota Qom, Iran, merupakan destinasi yang memiliki nilai religius dan alamiah tinggi. Dikenal juga sebagai Gunung Khidr Nabi, tempat ini diyakini sebagai lokasi ibadah Nabi Khidr (as) ribuan tahun silam, dengan sebuah gua yang kini diubah menjadi masjid kecil untuk ziarah. Selain menjadi tempat suci, Gunung Sefid menawarkan keindahan alam dan keanekaragaman hayati, te...

Tragedi Tsunami Aceh 2004

  Video ini menyajikan rangkaian informasi tentang peristiwa Tsunami Aceh 26 Desember 2004 , salah satu bencana alam terbesar dalam sejarah Indonesia. Melalui penjelasan singkat dan visual pendukung, video ini mengulas waktu kejadian, penyebab tsunami, kekuatan gempa, wilayah terdampak, hingga dampak kemanusiaan yang ditimbulkan. Selain itu, video ini juga menampilkan kronologi kejadian serta pelajaran penting yang dapat diambil, khususnya tentang pentingnya mitigasi bencana, sistem peringatan dini, dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Konten ini dibuat sebagai materi edukasi dan pengingat , agar peristiwa serupa dapat dihadapi dengan pengetahuan dan kesiapan yang lebih baik di masa depan.                                 Ilustrasi tsunami Aceh 2004

3 Makanan Khas Kota Qom

1. Sohan Sohan adalah manisan khas Kota Qom yang sangat terkenal di seluruh Iran dan menjadi oleh-oleh wajib bagi para peziarah. Terbuat dari campuran tepung gandum, mentega, gula, saffron, kapulaga, dan kacang pistachio, Sohan memiliki rasa manis, aroma harum, dan tekstur renyah yang khas. Manisan ini biasanya dikemas dalam kotak cantik dan dijual di toko-toko sekitar Haram Sayyidah Fatimah Maksumah. Selain menjadi bagian dari budaya kuliner, industri Sohan juga menjadi sumber mata pencaharian utama bagi banyak warga Qom, menjadikannya simbol kebanggaan kota yang memadukan cita rasa, tradisi, dan ekonomi lokal. 2. Ash-e Emam Ash-e Emam adalah salah satu hidangan tradisional khas Kota Qom yang biasanya disajikan pada acara-acara keagamaan, terutama untuk mengenang para Imam Ahlulbait. Makanan ini berupa sup kental yang terbuat dari campuran kacang-kacangan, gandum, bumbu rempah, dan sayuran seperti bayam atau daun bawang. Rasanya gurih dan hangat, sangat cocok disantap di musim dingin ...